SEMA Waiver Number 3 of 2018 in the Case of Isbat for Polygamous Marriage: Study of Legal Considerations of Judges in Decision Number 634/Pdt.G/2018/PA.Mtr

Muhammad Muhajir, Qurratul Uyun

Abstract


Abstract: This article discusses the implementation of marriage isbat due to polygamy after the enactment of the Supreme Court Circular (SEMA) Number 3 of 2018. In the SEMA, the Supreme Court did not permit to ratify polygamous marriage isbat, but the decision of the Mataram Religious Court Number 634/Pdt.G /2018/PA.Mtr granted the application for polygamous marriage isbat. This paper aims to determine the decidendi ratio in the acceptance of the isbat of polygamous marriages. This research applies a statutory approach in a case. This study concludes that the Panel of Judges granted the case in decision Number 634 by ignoring SEMA Number 3 of 2018. Realizing justice and benefit for Siri's wife as heirs so that she can disburse her husband's pension TASPEN fund is seen as more beneficial by the Panel of Judges. In this way, her husband's pension TASPEN funds can be used to meet the living needs of the Petitioner and his family. The implication is that the decision can be called a legal breakthrough from the point of view of progressive law because it is based on the benefit that is considered more significant than following the material law of polygamous marriage.

Abstrak: Artikel ini membahas pelaksanaan isbat nikah akibat poligami setelah berlakunya Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 3 Tahun 2018. Dalam SEMA Nomor 3 Tahun 2018, Mahkamah Agung tidak lagi memberikan izin untuk pengesahan isbat nikah poligami, namun putusan No.634/Pdt.G/2018/PA.Mtr mengabulkan permohonan isbat nikah poligami. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui ratio decidendi dalam pengabulan isbat nikah poligami, apakah putusan catat hukum atau sebagai terobosan hukum. Penelitian ini merupakan kombinasi penelitian hukum normatif dan penelitian hukum empiris dengan pendekatan perundang-undangan (Statue Approach) dan pendekatan kasus (Case Approach). Penelitian dilakukan meliputi penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Hasil penulisan ini adalah putusan perkara Nomor 634/Pdt.G/2018/PA.Mtr dikabulkan oleh Majelis Hakim dengan mengesampingkan SEMA Nomor 3 Tahun 2018. Putusan tersebut termasuk sebuah terobosan hukum dengan mencerminkan hukum progesif dengan mendasarkan kemaslahatan yang lebih utama ketimbang mengikuti hukum materiil yang mengatur tentang perkawinan poligami. Merealisasikan rasa keadilan dan kemaslahatan bagi isteri siri kedua sebagai ahli waris agar dapat mencairkan dana taspen pensiunan suami dipandang lebih maslahat oleh Majelis hakim. Sebab, dana taspen pensiunan suaminya tersebut dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup Pemohon beserta keluarganya.


Keywords


polygamous marriage isbat; Justice; judge's decision

Full Text:

PDF

References


Adillah, Siti Ummu. “Implikasi Hukum Dari Perkawinan Siri Terhadap Perempuan Dan Anak.” PALASTREN: Jurnal Studi Gender 7, no. 1 (2016): 193–222. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21043/palastren.v7i1.1011.

Aguslin, Haerani Husainy, and Budimah Budimah. “Bentuk Penetapan Hakim Terhadap Permohonan Istbat Nikah Pada Pengadilan Agama Donggala Kelas IB.” Jurnal Kolaboratif Sains 1, no. 1 (2019): 29–39. https://doi.org/https://doi.org/10.31934/jom.v1i1.719.

Arto, A Mukti. Penemuan Hukum Islam Demi Mewujudkan Keadilan: Penerapan Penemuan Hukum, Ultra Petita Dan Ex Officio Hakim Secara Proporsional. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2018.

__________. Peradilan Agama Dan Sistem Ketatanegaraan Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012.

Azizah, Nur. “Analisis Putusan Hakim No. 0093/Pdt.G/2014 Terhadap Permohonan Itsbat Nikah Pasangan Suami Isteri PNS (Studi Kasus Di PTA Mataram), Skripsi, Fakultas Syari’ah UIN Mataram, 2014.

Bahrum, Mukhtaruddin. “Problematika Isbat Nikah Poligami Sirri.” Al-Adalah: Jurnal Hukum Dan Politik Islam 4, no. 2 (2019): 194–213. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.35673/ajmpi.v4i2.434.

Basir, Cik. “Penanganan Perkara Permohonan Itsbat Nikah Poligami Secara Sirri Dan Hubungannya Dengan Permohonan Asal Usul Anak Di Pengadilan Agama (Menyikapi Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Agama MA Dalam SEMA Nomor 3 Tahun 2018).” Palembang: Paper presented in the Discussion of Religious Court Judges in the Palembang Religious High Court Area, 2019. https://badilag.mahkamahagung.go.id/artikel/publikasi/artikel/penanganan-perkara-permohonan-isbat-nikah-poligami-secara-siri-dan-hubungannya-dengan-permohonan-asal-usul-anak-di-pengadilan-agama-oleh-drs-cik-basir-s-h-m-h-i-3-5.

Bijaksana, Arif. “Problematika Istbat Nikah Isteri Poligami Dalam Penyelesaian Di Pengadilan Agama.” Jurnal Ilmiah Hukum Dan Keadilan 5, no. 2 (2018): 58–88. https://ejurnal.stih-painan.ac.id/index.php/jihk/article/view/118.

Cahyadi, Irwan Adi. “Kedudukan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Dalam Hukum Positif Di Indonesia.” Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum 1, no. 2 (2014).

Dalimunthe, Eko Permana. “Analisis Terhadap Istbat Nikah Oleh Isteri Yang Di Poligami Secara Sirri (Studi Putusan Mahkamah Syari’ah Nomor: 206/Pdt.G/2013/MS.Sgl).” Tesis, Universitas Sumatera Utara, 2016.

Djazuli, A. Kaidah-Kaidah Fikih: Kaidah-Kaidah Hukum Islam Dalam Masalah-Masalah Yang Praktis. Jakarta: Kencana, 2006.

Djubaedah, Neng. Pencatatan Perkawinan Dan Perkawinan Tidak Dicatat Menurut Hukum Tertulis Di Indonesia Dan Hukum Islam. Jakarta: Sinar Grafika, 2010.

Fauzi, Ahmad Cholid. “Kedudukan Hukum Itsbat Nikah Poligami Sirri.” Jurnal USM Law Review 1, no. 1 (2018): 94–105. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.26623/julr.v1i1.2234.

Gazālī, Abu Hamid, al-. Al-Mustasyfa Fi `Ilm Al-Ushul. Beirut: Dar al-Kutub al-`ilmiyah, 1983.

Hakim, Robith Muti’ul. “Isbat Nikah Poligami Sirri Ditinjau Dari Segi Yuridis-Normative (Studi Putusan Nomor 190/Pdt.G/2004/PA.Smn Dan Putusan Nomor 1512/Pdt.G/2015/PA.Smn.” Tesis, UIN Sunan Kalijaga, 2017.

Harahap, M Yahya. Hukum Acara Perdata Tentang Gugatan, Persidangan, Penyitaan, Pembuktian, Dan Putusan Pengadilan. 2nd ed. Jakarta: Sinar Grafika, 2008.

Huda, Mahmud. “Yurisprudensi Isbat Nikah Dalam Pasal 7 Kompilasi Hukum Islam.” Religi: Jurnal Studi Islam 5, no. 1 (2014): 43–71.

Inayah, Nurul, and Syawaluddin Ismail. “Kajian Yuridis Terhadap Putusan Isbat Nikah Poligami Pegawai Negeri Sipil.” Al-Mabhast: Jurnal Penelitian Sosial Agama 4, no. 2 (2019): 53–74. https://ejurnal.iainlhokseumawe.ac.id/index.php/al-mabhats/article/view/472.

Kharlie, Ahmad Tholabi. Hukum Keluarga Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2013.

Khiyaroh. “Peran Pleno Kamar Agama Mahkamah Agung Dalam Mencapai Tujuan Perundang-Undangan Keluarga Indonesia.” Ahkam: Jurnal Hukum Islam 8, no. 2 (2020): 311–332.

Kusumah, Mulyana W. Hukum, Politik Dan Perubahan Sosial. Edited by Paul S Baut. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Inodnesia, 1988.

Mahkamah Agung RI. Pedoman Pelaksanaan Tugas Dan Administrasi Peradilan Agama: Buku II. Jakarta: Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, 2014.

Mansyur, Zaenudin. “Implementasi Prinsip Keadilan Dalam Hukum Perjanjian Syari’ah.” Asy-Syari’ah 22, no. 2 (2020): 159–178. https://doi.org/https://doi.org/10.15575/as.v22i2.8870.

Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum Edisi Revisi. 13th ed. Jakarta: Kencana, 2017.

Mawardi, Imam. “Analisis Terhadap Putusan Nomor 472/Pdt. G/2012/PA. Spg Mengenai Isbat Nikah Poligami.” MASADIR: Jurnal Hukum Islam 1, no. 1 (2021): 55–70. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.33754/masadir.v1i1.329.

Mesraini. “Praktik Perkawinan Bawah Tangan Di DKI Jakarta.” Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syari’ah Dan Hukum 51, no. 2 (2017): 251–286. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.14421/asy-syir’ah.2017.512.251-285.

Muhammad bin Idris Al-Sayfi`i. Ar-Risalah. Vol. 1. Kairo: Mustafa Bab al-Halabi, 1968.

Nasrulloh, Muhammad, M Fauzan Zenrif, and R Cecep Lukman Yasin. “Isbat Nikah Poligami Ditinjau Dari Maslahah Mursalah Al-Shatiby: Studi SEMA Nomor 3 Tahun 2018.” Al-Qanun: Jurnal Pemikiran Dan Pembaharuan Hukum Islam 24, no. 1 (2021): 122–144. https://doi.org/https://doi.org/10.15642/alqanun.2021.24.1.122-144.

Nur, Muliadi. “Poligami Tanpa Izin Pengadilan (Studi Kasus Pada Pengadilan Agama Manado).” Jurnal Ilmiah Al-Syir’ah 13, no. 1 (2016). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30984/as.v13i1.3.

Qohar, Adnan. “Itsbat Poligami Antara Penyelundupan Dan Terobosan Hukum,” 2015. https://badilag.mahkamahagung.go.id/artikel/publikasi/artikel/itsbat-poligami-antara-penyelundupan-dan-terobosan-hukum-oleh-drs-h-adnan-qohar-sh-mh-11-2.

Rahardjo, Satjipto. Biarkan Hukum Mengalir: Catatan Kritis Tentang Pergulatan Manusia Dan Hukum. Jakarta: Buku Kompas, 2007.

__________. Hukum Progresif: Sebuah Sintesa Hukum Indonesia. Yogyakarta: Genta Publishing, 2009.

__________. Membongkar Hukum Progesif. 3rd ed. Jakarta: Buku Kompas, 2008.

Rifai, Achmad. Penemuan Hukum Oleh Hakim: Dalam Perspektif Hukum Progresif. 3rd ed. Jakarta: Sinar Grafika, 2014.

Roqib, Mohammad. “Penolakan Ithbat Nikah Siri Bagi Suami Yang Sudah Beristri.” Al-Hukama The Jurnal of Islamic Family Law 6, no. 2 (2016): 422–448.

Rumulyo, M. Idris. Hukum Perkawinan Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 1999.

Sofa, Zahratus. “Analisis Yuridis Itsbat Nikah Perkawinan Poligami Yang Dilakukan Secara Siri Oleh Seorang Yang Berstatus PNS (Studi Putusan Pengadilan Agama Demak Nomor 1869/Pdt. G/2014/PA. Dmk).” Srikpsi, Universitas Jember, 2018.

Srinurmayanti, Mala. “Analisis Yuridis Putusan Nomor: 615/Pdt. G/2019/PA. Mtr Tentang Isbat Nikah Poligami Atas Dasar Nikah Siri Kaitan Dengan SEMA Nomor 3 Tahun 2018.” Tesis, Universitas Mataram, 2021.

Syarifah, Masykurotus. “Implikasi Yuridis Poligami Bawah Tangan Perspektif UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.” Jurnal Yustitia 19, no. 1 (2018): 24–33. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.0324/yustitia.v19i1.404.

Syatibi, Abu Ishaq al-. Al-Muwafaqat Fi Ushul Al-Syrai`ah. Beirut: Dar al-Fikr, n.d.

Wantu, Fence M. “Kendala Hakim Dalam Menciptakan Kepastian Hukum, Keadilan, Dan Kemanfaatan Di Peradilan Perdata.” Mimbar Hukum-Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada 25, no. 2 (2013): 205–218. https://doi.org/https://doi.org/10.22146/jmh.16092.

Warits, Abd, and Abd Wahed. “Praktik Poligami Di Bawah Tangan Di Desa Laden Kabupaten Pamekasan.” Al-Ihkam: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial 9, no. 2 (2014): 223–259. https://doi.org/https://doi.org/10.19105/al-lhkam.v9i2.471.

Wibowo, Ari. “Mewujudkan Keadilan Melalui Penerapan Hukum Progresif, Dalam Mahrus Ali.” In Membumikan Hukum Progresif. Yogyakarta: Aswaja Pressindo, 2013.

Wijayanti, Dewi Anggraeni, and Uswatun Khasanah. “Pernikahan Poligami Tanpa Izin Pengadilan Agama Dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Rumah Tangga.” Al-Hukkam: Journal of Islamic Family Law 1, no. 1 (2021): 53–66. http://e-journal.iainpekalongan.ac.id/index.php/al-hukkam/article/view/4140.




DOI: http://dx.doi.org/10.14421/ajish.2021.55.2.%25p

Article Metrics

Abstract view : 338 times
PDF - 63 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Refrensi      : eztekno.com

Print ISSN    : 0854-8722

Online ISSN : 2443-0757

Indexed By :