Problema Miskin dan Kaya dalam Pandangan Islam

Sofyan Hadi

Abstract


Kemiskinan terlahir tak jauh dari masa ketika manusia ada, ia selalu menjadi problem manusia yang membayang-bayangi kehidupannya dari segala zaman, manusia sebagai makhluk yang lemah sepertinya tidak akan pernah bisa menghapuskan secara tuntas 100 persen di muka bumi ini. Ketika al-Quran diturunkan (611-632 M.), masyarakat Makkah dan Madinah serta kawasan sekitarnya juga menghadapi problem kemiskinan. Tidak mengherankan jika kemudian al-Quran menaruh perhatian sangat besar terhadap problem tersebut. Demikian ini karena al-Quran diturunkan selain sebagai mukjizat, juga berfungsi sebagai petunjuk bagi manusia, khususnya bagi mereka yang bertakwa dalam memecahkan persoalan hidup dan kehidupan dengan tujuan tercapainya kesejahteraan di dunia dan akhirat. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa baik dalam bidang teologi, tasawwuf, fikih, maupun tafsir konsep kemiskinan merupakan konsep yang parsial. Keparsialan konsep tersebut dalam bidang teologi, tasawwuf, dan fiqih disebabkan oleh spesialisasi sudut pandang masing-masing, bukan karena soal metodologis. Sedang dalam bidang tafsir keparsialan konsep tersebut disebabkan oleh penggunaan metode tajziziy.

Keywords


miskin; kaya

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.14421/asy-syir'ah.2009.%25x

Article Metrics

Abstract view : 523 times
PDF - 411 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Refrensi      : eztekno.com

Print ISSN    : 0854-8722

Online ISSN : 2443-0757

Indexed By :