Penyelesaian Sengketa Non-Litigasi dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah

Ilham Abdi Prawira

Abstract


Abstract: Initially, Law no. 21 of 2008 concerning Sharia Banking is the only juridical basis for non-litigation dispute resolution. Based on Article 55 of the Law, non-litigation dispute resolution is pursued through deliberation, banking mediation, arbitration through the National Syari'ah Arbitration (Basyarnas) or other arbitration institutions. However, with the issuance of the Constitutional Court Decision No. 93/PUU-X/2012, dispute resolution through non-litigation channels can also be pursued through a non-litigation process as contained in Law no. 30 of 1999 concerning Arbitration and Alternative Dispute Resolution. This study aims to further examine the concept of dispute resolution based on sharia principles and dispute resolution through non-litigation channels according to Law no. 21 of 2008. By using a normative approach and legislation, it can be concluded that the shari'ah principle in question is the principle of Islamic law which is applied in the settlement of sharia banking disputes, in this case the DSN-MUI Fatwa regarding the provisions of contracts in sharia banking and positive legal provisions as long as they do not conflict with Islamic law. The principle of freedom of contract is also guaranteed in Law no. 21 of 2008 which can be seen from the freedom in determining dispute resolution forums through non-litigation channels. Thus, legal certainty in dispute resolution through non-litigation channels can also be realized.

Abstrak: Pada mulanya, Undang-Undang No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syari’ah menjadi satu-satunya landasan yuridis bagi penyelesaian sengketa non-litigasi. Bedasarkan Pasal 55 dari UU tersebut, penyelesaian sengketa non-litigasi ditempuh dengan jalan musyawarah, mediasi perbankan, arbitrase melalui Arbitrase Syari’ah Nasional (Basyarnas) atau lembaga arbitrase lainnya. Akan tetapi, dengan terbitnya Putusan Mahkamah Konstitusi No. 93/PUU-X/2012, penyelesaian sengketa melalui jalur non-litigasi juga dapat ditempuh melalui proses non-litigasi sebagaimana terdapat dalam Undang-Undang No. 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. Penelitian ini hendak mengkaji lebih jauh terkait konsep penyelesaian sengketa berdasarkan prinsip syari’ah dan penyelesaian sengketa melalui jalur non-litigasi menurut UU No. 21 Tahun 2008. Dengan menggunakan pendekatan normatif dan perundang-undangan dapatlah disimpulkan bahwa prinsip syari’ah yang dimaksud adalah prinsip hukum Islam yang diberlakukan dalam penyelesaian sengketa perbankan syari’ah dalam hal ini Fatwa DSN-MUI mengenai ketentuan akad dalam perbankan syari’ah serta ketentuan-ketentuan hukum positif sepanjang tidak bertentangan dengan hukum Islam. Asas kebebasan berkontrak juga dijamin dalam UU No. 21 Tahun 2008 yang terlihat dari adanya kebebasan dalam menentukan forum penyelesaian sengketa melalui jalur non-litigasi. Dengan demikian, kepastian hukum dalam penyelesaian sengketa melalui jalur nonlitigasi juga dapat terwujud.


Keywords


penyelesaian sengketa; perbankan Syariah; non-litigasi

References


Anshori, Abdul Ghofur. Hukum Perjanjian Islam di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2010.

__________. Pembentukan Bank Syariah Melalui Akuisisi dan Konversi: Pendekatan Hukum Positif dan Hukum Islam. Yogyakarta: UII Press, 2010.

__________. Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah: Analisis Konsep dan UU No. 21 Tahun 2008. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2010.

Anwar, Syamsul. “Arbitrase Ex Aequo Et Bono dan Hukum Islam.” Jurnal Asy-Syir’ah 51, no. 2 (Desember 2017).

Azizy, Qadry Membangun Fondasi Ekonomi Umat Meneropong Prospek Berkembangnya Ekonomi Islam, Cet 1, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004.

Badrulzaman, Mariam Darus. Kompilasi Hukum Perikatan. Bandung: Citra Aditya Bhakti, 2001.

Harahap, Purnama Hidayat. “Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah Sesuai Isi Akad Berdasarkan Ketentuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 93/PUU-X/2012.” Jurnal USU Law 4:2 (March 2016).

Hasan, Hasbi. Pemikiran dan Perkembangan Hukum Ekonomi Syariah di Dunia Islam Kontemporer. Jakarta: Gramata Publishing, 2011.

Hasima, Rahman. “Implikasi Hukum Terhadap Akad Yang Memuat Klausul Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah Melalui Pengadilan Negeri Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 93/PUU-X/2012.” SASI 26, no. 3 (September 8, 2020): 286. https://doi.org/10.47268/sasi.v26i3.247.

Hidayat, Ma’ruf. “Pertimbangan Majelis Hakim Dalam Putusan Mahkamah Konstitusi No. 93/PUU-X/2012 Terhadap Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah.” Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, 2018.

H.S., Salim. Hukum Kontrak: Teori dan Teknik Penyusunan Kontrak. Jakarta: Sinar Grafika, 2006.

Ibrahim, Malik, Tulus Warsito, and Sidik Jatmika. “Penyatuatapan Sistem Pembinaan Peradilan di Indonesia Era Reformasi dan Pengaruhnya terhadap Otoritas Peradilan Agama.” Jurnal Asy-Syir’ah 52, no. 2 (2018): 27.

Ichsan, Nurul. “Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah di Indonesia.” Jurnal Ahkam XV, no. 2 (July 2015): 10.

Kholid, Muhamad. “Prinsip-Prinsip Hukum Ekonomi Syariah Dalam Undang-Undang Tentang Perbankan Syariah.” Jurnal Asy-Syari’ah 20, no. 2 (Desember 2018): 18.

Mannan, Abdul. “Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah, Sebuah Keweangan Baru Peradilan Agama.” Jurnal Mimbar Hukum 73 (2011).

Marzuki, Peter Mahmud. Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta: Prenada Media Group, 2013.

Mertokusumo, Sudikno, and A. Pitlo. Bab-Bab Tentang Penemuan Hukum. Yogyakarta: Citra Aditya Bakti, 1993.

Mujahidin, A. Kewenangan & Prosedur Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah di Indonesia. Bogor: Ghalia Indonesia, 2010.

Musjtari, Dewi Nurul, Ani Yunita, and Muhammad Khaeruddin Hamsin. “Efektivitas Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah Melalui Mekanisme Fasilitasi Oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).” Masalah-Masalah Hukum 49, no. 1 (January 31, 2020): 1. https://doi.org/10.14710/mmh.49.1.2020.1-13.

Noor Cahyadi, Thalis. “Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah (Kritik atas Contradictio in Terminis Pasal 55 Undang-undang no. 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah).” JESI (Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia) 1, no. 2 (March 22, 2016): 15. https://doi.org/10.21927/jesi.2011.1(2).15-29.

Nurhayati, Siti. “Penguatan Peran Hakim Pengadilan Agama Dalam Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 93/PUU-X/2012.” Yudisia 7, no. 2 (2016): 34.

Pradja, Juhaya S. Ekonomi Islam. Bandung: Pustaka Setia, 2012.

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/POJK.07/2014 Tentang Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa di Sektor Jasa Keuangan.

Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 8/5/PBI/2006 tentang Mediasi Perbankan.

Peraturan Bank Indonesia No. 11/10/PBI/2009 tentang Unit Usaha Syariah.

Peraturan Bank Indonesia No. 11/23/PBI/2009 tentang Bank Pembiayaan Rakyat Syariah.

Prawira, Ilham Abdi. “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Ganti Rugi Karena Wanprestasi (Studi Kritis Atas Pasal 1243-1252 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata).” Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, 2017.

Rasyid, Abdul, and Tiska Andita Putri. “Kewenangan Lembaga Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah.” Jurnal Yudisial 12, no. 2 (September 24, 2019): 159. https://doi.org/10.29123/jy.v12i2.256.

Rosiana, Rita, Ina Indrinana, Tenny Badina, Mohamad Ainun Najib, and Isti Nuzulul Atiah. “Persepsi Ulama, Tokoh Ormas Islam dan Akademisi di Provinsi Banten Terhadap Bauran Pemasaran Perbankan Syariah dan Kesesuaian Praktik Perbankan Syariah Dengan Prinsip-Prinsip Syariah.” ALQALAM 34, no. 2 (December 29, 2017): 251. https://doi.org/10.32678/alqalam.v34i2.790.

Setiawan, R. Pokok-Pokok Hukum Perikatan. Bandung: Bina Cipta, 1979.

Siallagan, Haposan, and Efik Yusdiansah. Ilmu Perundang-Undangan di Indonesia. Medan: UHN Press, 2008.

Simatupang, Richard Burton. Aspek Hukum Dalam Bisnis. Cet. ke-2. Jakarta: Rineka Cipta, 2003.

Situmeang, Nelson Abednego, Herdi Kuingo, and Moestar Arifin. “Kebebasan Berkontrak Dalam Perjanjian Kredit Baku Pembiayaan Konsumen.” DiH: Jurnal Ilmu Hukum 15, no. 1 (February 1, 2019): 46–58. https://doi.org/10.30996/dih.v15i1.2264.

Sjahdeini, Sutan Remy. Kebebasan Berkontrak dan Perlindungan Yang Seimbang Bagi Para Pihak Dalam Perjanjian Kredit Bank di Indonesia. Jakarta: Institut Bankir Indonesia, 1993.

__________. Perbankan Islam dan Kedudukannya Dalam Tata Hukum Perbakan Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, 1999.

__________. Perbankan Syariah: Produk-Produk dan Aspek-Aspek Hukumnya. Jakarta: Prenada Media Group, 2014.

Subekti, and Tjitrosudibio. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Jakarta: Pradnya Paramita, 2008.

Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.

Undang-Undang No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.

Undang-Undang No. 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa.




DOI: http://dx.doi.org/10.14421/asy-syir'ah.2019.53.1.59-85

Article Metrics

Abstract view : 295 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 88 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Refrensi      : eztekno.com

Print ISSN    : 0854-8722

Online ISSN : 2443-0757

Indexed By :